Pleigo

Pleigo adalah tempat rental Lego untuk anak Anda. Sewa mainan Lego berkualitas terbaik dari 300 lebih koleksi Lego dengan nilai edukasi yang tak terhingga.

Sekarang ingin bermain Lego tidak harus membeli, kini koleksi lego dapat disewa di pleigo.com

Senin, 30 Januari 2017

Gadget Melemahkan Motorik Anak



Anak lebih suka menghabiskan waktu bermain dengan tablet atau smartphone ketimbang bermain fisik di luar ruangan? Hati-hati, Moms, karena anak berisiko mengalami keterlambatan dalam kemampuan motoriknya.

Fenomena anak dengan kemampuan motorik lemah mulai terjadi belakangan, ketika penggunaan gadget mulai mewabah hingga ke anak-anak balita sekalipun. Misalnya saja, semakin banyak anak usia TK yang bahkan belum mampu memegang pensil dengan benar, atau anak SD kelas 3 yang tulisan tangannya masih jelek. Selain itu, menurut sebuah penelitian yang dilakukan di sekolah-sekolah di Inggris, banyak pula anak yang mengalami keterlambatan berbicara atau kemampuan berbahasa yang kurang atau cadel akibat penggunaan gadget yang berlebihan.

Para peneliti mengakui bahwa aplikasi edukasi di gadget dapat membantu anak-anak masa kini menjadi lebih pintar. Tapi, masalahnya ada di kita sebagai orang tua. Banyak orang tua membiarkan anak-anak terlalu dekat dengan gadget dan tidak menyadari bahwa kebiasaan itu malah menghambat perkembangan fisik anak.

Mulai sekarang, tak ada salahnya Anda memperkenalkan permainan fisik, seperti bermain lego yang sudah terkenal sebagai mainan edukasi, bermain bola kepada anak laki-laki, atau meronce manik-manik dan menguncir rambut boneka kepada anak perempuan.


Happy Kids Happy Parents

Selengkapnya.....

Anak Suka Coret-coret Tembok?



Tembok kosong bersih, tanpa coretan, membuat anak geregetan. Anda lengah sedikit saja, gambar benang kusut pun menghiasi dinding rumah. Anak suka mencoret dinding karena memang dia menikmati warna, tekstur krayon, dan keleluasaan gerakan mencoret di dinding. Selain itu, dinding jadi sasaran empuk aksi coret-coret karena dia lebih mudah mencoret dalam posisi berdiri dibandingkan menggambar di atas kerja di meja dalam posisi duduk.

“Posisi berdiri membuat koordinasi tangan dan matanya lebih baik dan terasa lebih nyaman,” kata Beckey Bailey, PhD., penulis buku There’s Gotta be a Better Way. Anda perlu siasat untuk menyalurkan kegemarannya itu, Ma!

Siapkan satu area dinding untuk dia coret-coret. Misalnya, tembok di kamar tidurnya, kamar bermainnya, atau area yang tak terlihat tamu. Beri tahu anak, dia boleh mencoret-coret sepuasnya di dinding itu saja. Bila tak ada dinding kosong, gantung white board di pojok favoritnya.
 
Sediakan krayon, pensil warna, dan spidol yang tak mengandung zat berbahaya. Pada usia ini, anak masih suka penasaran menjilat atau menggigit krayonnya, bahkan mengoleskannya di bibir meniru Anda saat memakai lipstick.

Jadwalkan waktu untuk anak mencoret-coret. Dia memang menyukai kegiatan-kegiatan yang terpola di usia ini, dan dengan jadwal rutin setiap hari, Anda bisa membagi-bagi waktunya untuk mengasah kemampuan yang lain, seperti melatih motorik kasar, memori, dan lain-lain. Selain itu, di saat jam coret-coret, Anda bisa mengajak anak beralih mencoret kertas atau karton lebar. Gelar saja di atas lantai, jika meja Anda tidak cukup, dan biarkan dia memenuhi karton itu dengan coretan.

Hindari memarahi anak saat mencoret tembok karena itu berarti Anda telah menghambat kreativitasnya dan satu langkah besar dalam pencapaian kemampuan motoriknya. Bila anak telanjur mencoret di luar tempat yang sudah disepakati, ajak dia membersihkan bagian itu, dan ingatkan lagi bahwa dia punya area khusus untuk dicoret. Pajang hasil karyanya yang dia buat di kertas untuk mengalihkan dia dari tembok.

SUMBER: Polah Balita: Tahapan Pencapaian 1-4 Tahun

Selengkapnya.....

4 ciri jajanan anak sebaiknya tidak dibeli


4 Ciri Jajanan Anak Sebaiknya Tidak Dibeli


Ajari anak sejak dini untuk pandai memilih jajanan, terutama di sekolahnya. Hal ini merupakan langkah proteksi yang bisa moms lakukan, ketika Moms sedang tidak bersamanya. Inilah 4 ciri jajanan yang sebaiknya tidak anak beli:

1. Warnanya sangat mencolok
Itu berarti, jajanan tersebut menggunakan zat perwarna terlalu banyak, atau zat pewarna yang tidak diperuntukkan bagi makanan.

2. Rasa dan baunya sangat tajam
Misal, baunya sangat gurih, yang merupakan pertanda jajanan tersebut menggunakan terlalu banyak penyedap rasa. Contoh lain adalah rasa jajanan agak pahit, yang menandakan jajanan tersebut memakai pewarna atau perasa yang berlebihan.

3. Tampak kotor dan dikerubungi lalat
Jajanan ini sudah pasti membawa bibit penyakit, sehingga lebih baik dihindari sama sekali.

4. Jajanan yang dibungkus dengan koran
Koran yang kotor tidak seharusnya digunakan untuk membungkus makanan. Kotoran akan bermigrasi ke makanan dan masuk ke perut anak. Bukan hanya itu, Ma, lunturan tintanya pun berbahaya karena
bersifat toksik.


Happy Kids Happy Parents

Selengkapnya.....

Minggu, 29 Januari 2017

Team Work


Hi pleigo moms, lego selain digunakan untuk bermain sendiri, lego dapat dipakai untuk bermain bersama teman-teman, bermain lego bersama sama mengembangkan kemampuan soft skill anak lewat kerjasama, dengan berbagi dan berkolaborasi untuk membangun balok balok lego, soft skill anak ter asah, alhasil anak menjadi lebih siap untuk berkarya dimasyarakat dan lingkungan kerja nantinya.

Selain itu lego juga seru untuk dimainkan segala kalangan usia sehingga dapat digunakan untuk ajang family time.

Happy kids happy parents.. 


www.pleigo.com

Selengkapnya.....

Mengisi waktu bermanfaat untuk anak


Mengisi waktu yang bermanfaat untuk anak, bermain bersama temannya, berinteraksi langsung, membaca buku, bermain dengan permainan edukatif seperti lego atau yang lainnya. 


Batasi waktu anak untuk bermain gadget, jangan biarkan ya moms anak larut dengan gadgetnya.


Happy Kids Happy Parents!

Selengkapnya.....

Senin, 23 Januari 2017

Berapa Jam Anak Boleh Bermain Gadget?


Berapa Jam Anak Boleh Bermain Gadget?


“Ikatan anak di Amerika Serikat membatasi anak-anak usia ini bermain gadget. Mereka hanya harus bermain 1 sampai 2 jam maksimal per hari,” u

Jika bermain gadget hanya boleh dilakukan 1-2 jam maksimal dalam satu hari, bermain di luar rumah dan berinteraksi dengan teman sepermainan harus dilakukan lebih dari 5 jam setiap harinya. Bermain bagaimana pun adalah kebutuhan anak usia 2 hingga 6 tahun. "Di usia inilah puncak anak-anak harus menghabiskan waktunya dengan bermain,” katanya.

Bermain gadget terlalu lama dapat menghambat perkembangan EQ (kecerdasan emosional), terutama bisa menghambat kemampuan berinteraksi dan bersosialisasi. “Saat bermain gadget, anak-anak tidak banyak belajar banyak hal seperti ketika sedang bermain eksplorasi atau interaksi langsung dengan teman-temannya karena hanya bermain satu arah”, dengan bermain pasif anak-anak tidak bisa meniru karena tidak ada interaksi dengan seseorang atau sesuatu disatu permainan dalam gadget.
Dengan bermain langsung dan berinteraksi secara langsung, anak-anak bisa bereksperimen. “Selain bisa mengasah kemampuan kognitif (IQ), kemampuan bersosialisasi (EQ), anak-anak juga bisa bisa melatih kemampuan fisik mereka,” ditambah lagi, orang tua juga hadir menemani untuk menemani dan mendukung sehingga rasa percaya diri anak akan meningkat.

Selengkapnya.....

Dampak Negatif Penggunaan Gadget Terhadap Perkembangan Anak


Dampak Negatif Penggunaan Gadget Terhadap Perkembangan Anak

Pada zaman sekarang sering kita jumpai fenomena anak kecil yang sudah pandai menggunakan gadget canggih. Mungkin pada saat ini kita tidak akan pernah melihat anak-anak yang bermain dengan permainan tradisional. Sudah menjadi pemandangan yang langka bahkan punah dikalangan anak-anak modern. Game di gadget adalah salah satu pilihan dan bahkan menjadi permainan favorit bagi anak-anak zaman sekarang.

Alasan sebagian orangtua memberikan gadget untuk anak adalah supaya mereka tenang dan tidak merepotkan. Gadget memiliki banyak manfaat apabila digunakan sebagaimana mestinya. Namun, perlu Anda ketahui bahwa gadget sebaiknya tidak dikenalkan pada anak usia dini karena memiliki resiko negatif terhadap perkembangan anak. Terlalu dini mengenalkan gadget pada anak maka resikonya semakin besar.

Berikut Dampak Negatif Gadget Terhadap Perkembangan Anak

1. Resiko terkena radiasi

Anak-anak memiliki rasa ingin tahu yang cukup tinggi sehingga ketika melihat orangtuanya menggunakan gadget pasti berusaha untuk meraihnya. Sebagian orangtua terkadang langsung memberikannya supaya si kecil tenang dan tidak rewel. Memang tidak ada salahnya memberikan gadget bagi anak, namun apabila hal tersebut menjadi kebiasaan akan berbahaya bagi si kecil.

Menurut sebuah penelitian mengatakan bahwa anak kecil sangat rentan terkena radiasi bila dibandingkan dengan orang dewasa. Gadget tidak hanya menimbulkan radiasi yang berbahaya bagi anak, akan tetapi pancaran sinar dari layar tersebut sangat membahayakan kesehatan si kecil. Oleh karena itu, sebaiknya anak-anak usia balita sebaiknya terhindar dari gadget supaya tidak membahayakan kesehatannya. Anak-anak masih mengalami perkembangan sistem saraf sehingga sangat rentan terkena radiasi.

2. Menjadi sebuah kebiasaan

Seperti halnya orang dewasa, anak-anak juga sangat beresiko kecanduan bermain gadget. Pada awal-awal mungkin anak Anda hanya sebatas menggunakan gadget untuk bermain game, namun lama kelamaan ketika si kecil sudah menemukan kesenangan dengan benda tersebut maka akan menjadi sebuah kebiasaan yang berdampak negatif terhadap perkembangannya. Apabila sudah menjadi kebiasaan maka hal ini bisa menyebabkan anak tidak berminat untuk berinteraksi dengan orang lain. Kondisi seperti ini tentunya sangat tidak baik bagi perkembangan kemampuan anak dalam hal bersosialisasi

Selain berdampak terhadap kemampuan berinteraksi, kebiasaan menggunakan gadget bisa berpengaruh terhadap kesehatan anak. Biasanya ketika si kecil sudah kecanduan bermain game di gadget tidak akan terkendali sehingga lupa makan dan berakibat terhadap kesehatan tubuhnya. . Maka dari itu, alangkah lebih baiknya apabila Anda sebagai orangtua membatasi penggunaan benda tersebut.

3. Lambat memahami pelajaran

Kebiasaan anak-anak yang asik dengan gadget akan berpengaruh terhadap kemampuan otak dalam menangkap informasi. Salah satunya yaitu ketika anak mendapatkan pelajaran di kelas cenderung susah untuk memahami apa yang disampaikan oleh guru. Selain itu, anak-anak juga cenderung malas untuk belajar dan membaca buku akibat dari kecanduan untuk bermain gadget sehingga prestasi secara akademik menurun.

4. Beresiko terhadap perkembangan psikologis anak

Terkadang sebagian game ataupun tontonan pada gadget memperlihatkan kekerasan sehingga hal ini bisa berdampak negatif terhadap perkembangan psikologis anak. Anda sebagai orangtua harus membatasi penggunaan gadget pada anak dan sebaiknya mendampingi anak ketika menggunakan benda tersebut supaya tidak memberikan pengaruh buruk terhadap perkembangan anak.

Mencegah dampak buruk gadget bisa Anda lakukan dengan cara bersikap bijak dalam memperkenalkan gadget untuk anak. Jangan memberikan gadget khusus untuk anak, biarkan dia menggunakan milik Anda sehingga penggunaannya bisa dibatasi dengan mudah. Apabila anak menggunakan gadget Anda sebaiknya koneksi internetnya diputus supaya anak tidak mengklik situs yang tidak dianjurkan. Selain itu, Anda juga harus senantiasa mendampingi anak ketika menggunakan gadget.

www.pleigo.com

Selengkapnya.....